Selamat Datang di Kaji Kisah
Thursday, August 13, 2015

Biografi Singkat Imam Abu Hanifah Pendiri Mazhab Hanafi

Imam Abu Hanifah (Sumber: Mutiara Public)

Salah satu imam mazhab terkenal dalam dunia islam hingga saat ini adalah Imam Abu Hanifah atau yang sering dikenal dengan Imam Hanafi. Kaji Kisah akan memaparkan biografi singkat Imam Abu Hanifah sang pendiri Mazhab Hanafi.

Silsilah Keluarga

Imam Abu hanifah, yang dikenal dengan sebutan Imam Hanafi, mempunyai nama lengkap: Abu Hanifah Al-Nu’man bin Tsabit bin Zutha Al-Kufi. lahir di Irak pada tahun 80 Hijriah/699 M, bertepatan dengan masa khalifah Bani Umayyah Abdul Malik bin Marwan. Beliau digelari dengan nama Abu Hanifah yang berarti suci dan lurus, karena sejak kecil beliau dikenal dengan kesungguhannya dalam beribadah, berakhlak mulia, serta menjauhi perbuatan-perbuatan dosa dan keji. Dan mazhab fiqihinya dinamakan Mazhab Hanafi.

Ayahnya (Tsabit) berasal dari keturunan Persia sedangkan kakeknya  (Zutha) berasal dari Kabul, Afganistan. Ketika Tsabit masih didalam kandungan, ia dibawa ke Kufah, kemudian menetap sampai Abu Hanifah lahir. Ketika Zutha bersama anaknya Tsabit berkunjung kepada Ali bin Abi Thalib mendo’akan agar kelak keturunan Tsabit menjadi orang-orang yang utama di zamannya, dan doa itu pun terkabul dengan kehadiran Imam hanafi, namun tak lama kemudian ayahnya wafat.

Abu Hanifah tumbuh dan dibesarkan di kota Kufah. Di kota inilah ia mulai belajar dan menimba banyak ilmu. Ia pun pernah melakukan perjalanan ke Basrah, Makkah dan Madinah dalam rangka mengembangkan wawasan dan memperluas ilmu pengetahuan yang telah ia peroleh. [1]

Memulai Belajar

Sebagaimana kebiasaan orang-orang shaleh lainnya, Abu Hanifah juga telah menghafal Alquran sedari kecil. Di masa remaja, Imam Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit mulai menekuni belajar agama dari ulama-ulama terkemuka di Kota Kufah. Ia sempat berjumpa dengan sembilan atau sepuluh orang sahabat Nabi semisal Anas bin Malik, Sahl bin Sa’d, Jabir bin Abdullah, dll.

Saat berusia 16 tahun, Abu Hanifah pergi dari Kufah menuju Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan berziarah ke kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Madinah al-Munawwaroh. Dalam perjalanan ini, ia berguru kepada tokoh tabi’in, Atha bin Abi Rabah, yang merupakan ulama terbaik di kota Mekah.

Jumlah guru Imam Abu Hanifah adalah sebanyak 4000 orang guru. Di antaranya 7 orang dari sahabat Nabi, 93 orang dari kalangan tabi’in, dan sisanya dari kalangan tabi’ at-tabi’in. Jumlah guru yang demikian banyak tidaklah membuat kita heran karena beliau banyak menempuh perjalanan dan berkunjung ke berbagai kota demi memperoleh ilmu agama. Beliau menunaikan haji sebanyak 55 kali, pada musim haji para ulama berkumpul di Masjidil Haram menunaikan haji atau untuk berdakwah kepada kaum muslimin yang datang dari berbagai penjuru negeri. [2]

Guru-guru yang pernah beliau temui antara lain adalah : {“ Hammad bin Abu Sulaiman Al-Asy’ari (W. : [120 H/ 738 M]) faqih kota “Kufah”, ‘Atha’ bin Abi Rabah (W. : [114 H/ 732 M]) faqih kota “Makkah”, ‘Ikrimah’ (W. : [104 H/ 723 M]) maula serta pewaris ilmu Abdullah bin Abbas, Nafi’ (W. : [117 H/ 735 M]) maula dan pewaris ilmu Abdullah bin Umar serta yang lain-lain. Beliau juga pernah belajar kepada ulama’ “Ahlul-Bait” seperti missal : Zaid bin Ali Zainal ‘Abidin (79-122 H/698-740 M), Muhammad Al-Baqir ([57-114 H/ 676-732 M]), Ja’far bin Muhammad Al-Shadiq ([80-148 H/ 699-765 M]) serta Abdullah bin Al-Hasan. Beliau juga pernah berjumpa dengan beberapa sahabat seperti missal : Anas bin Malik ([10 SH-93 H/ 612-712 M]), Abdullah bin Abi Aufa ([w. 85 H/ 704 M]) di kota Kufah, Sahal bin Sa’ad Al-Sa’idi ([8 SH-88 H/ 614-697 M]) di kota Madinah serta bertemu dengan Abu Al-Thufail Amir bin Watsilah (W. : [110 H/729 M]) di kota Makkah. [3]

Mazhab Hanafi

Mazhab yang didirikan oleh Imam Abu Hanifah adalah Mazhab Hanafi yang merupakan salah satu mazhab fiqih dalam dalam islam sunni. Mazhab Hanafi terkenal sebagai mazhab yang paling terbuka kepada ide-ide modern. Mazhab ini diamalkan terutama dikalangan orang-orang Islam Sunni di Mesir, Turki, Tiongkok, anak-benua India, dan sebagian Afrika Barat.Mazhab Hanafi merupakan mazhab terbesar dengan jumlah pengikutnya sebesar 30%, meskipun pelajar Islam di seluruh dunia belajar dan melihat pendapatnya mengenai amalan-amalan yang diajarkan agama Islam.
Sejak pertama muncul, mazhab ini telah tersebar luas dan begitu sangat berpengaruh di Negara Iraq. Mazhab Hanafiy ialah mazhab rasmi Dawlah `Usmaniyyah, dan masih berpengaruh di negara-negara bekas jajahan Dawlah `Usmaniyyah seperti Negara Syria, Mesir, Bosnia, Lubnan, dan Negara Turki. [3]

Metodologi Fiqih Abu Hanifah

Dasar-dasar ketetapan suatu hukum fiqh Abu Hanifah yaitu dari [1]:
  1. Al-Qur’an karim,
  2. Sunnah, dimana beliau selalu mengambil sunnah yang mutawatir/masyhur. beliau mengambil sunnah yang diriwayatkan dengan ahad hanya jika rawi darinya tsiqah.
  3. Pendapat para Sahabat Nabi (Atsar),
  4. Qiyas,
  5. Istihsan,
  6. Ijma’ para ulama,
  7. Urf masyarakat muslim,
Kitab Mazhab Hanafi

Imam Abu Hanifah merupakan imam yang melakukan usaha pengumpulan kitab untuk mazhab hanafi. Beliau mengarang banyak kitab-kitab untuk mazhab hanafi dan yang paling utamanya ialah enam buah kitab yang mana para ulama mazhab Hanafi mengatakan kitab-kitab ini merupakan Zahirul Riwayat kerana telah diriwayatkan oleh para perawi yang terpercaya [3]. Adapun kitab-kitab tersebut adalah sebagai berikut.

(1) Kitabul Asl yang juga dikenali dengan Al-Mabsuth,

(2) Kitab Al-Jaamik As-Saghir,

(3) Kitab Al-Jaamik Al-Kabir,

(4) Az-Ziyaadaat,

(5) As-Siyarus Saghir,

(6) As-Siyarul Kabir .

Wafatnya

Imam Abu Hanifah wafat di Kota Baghdad pada tahun 150 H/767 M. Imam Ibnu Katsir mengatakan, “6 kelompok besar Penduduk Baghdad menyolatkan jenazah beliau secara bergantian. Hal itu dikarenakan banyaknya orang yang hendak menyolatkan jenazah beliau.”

Di masa Turki Utsmani, sebuah masjid di Baghdad yang dirancang oleh Mimar Sinan didedikasikan untuk beliau. Masjid tersebut dinamai Masjid Imam Abu Hanifah.

Sepeninggal beliau, madzhab fikihnya tidak redup dan terus dipakai oleh umat Islam, bahkan menjadi madzhab resmi beberapa kerajaan Islam seperti Daulah Abbasiyah, Mughal, dan Turki Utsmani. Saat ini madzhab beliau banyak dipakai di daerah Turki, Suriah, Irak, Balkan, Mesir, dan India. [2]

Referensi:
  • [1] http://www.mutiarapublic.com/ragam-public/biografi-tokoh-islam/biografi-imam-abu-hanifah-pendiri-madzhab-hanafi/
  • [2] http://kisahmuslim.com/biografi-imam-abu-hanifah/
  • [3] https://alhammasiyy.wordpress.com/laman-sejarah-imam/imam-abu-hanifah-80h-150h/

0 comments:

Post a Comment

Mohon ikut bantu meng-Share Kisah - Kisah ini untuk Memberi Manfaat kepada yang Lain. Terima kasih

Copyright © 2012 Kaji Kisah All Right Reserved
Designed by Odd Themes
Back To Top